Selasa, 20 Maret 2012

TANAH LONGSOR

Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut. Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang memengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh:
  • erosi yang disebabkan aliran air permukaan atau air hujan, sungai-sungai atau gelombang laut yang menggerus kaki lereng-lereng bertambah curam
  • lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan hujan lebat
  • gempa bumi menyebabkan getaran, tekanan pada partikel-partikel mineral dan bidang lemah pada massa batuan dan tanah yang mengakibatkan longsornya lereng-lereng tersebut
  • gunung berapi menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat dan aliran debu-debu
  • getaran dari mesin, lalu lintas, penggunaan bahan-bahan peledak, dan bahkan petir
  • berat yang terlalu berlebihan, misalnya dari berkumpulnya hujan atau salju

BADAI

Badai adalah cuaca yang ekstrem, mulai dari hujan es dan badai salju sampai badai pasir dan debu.[1] Badai disebut juga siklon tropis oleh meteorolog, berasal dari samudera yang hangat.[2] Badai bergerak di atas laut mengikuti arah angin dengan kecepatan sekitar 20 km/jam.[2] Badai bukan angin ribut biasa.[3] Kekuatan anginnya dapat mencabut pohon besar dari akarnya, meruntuhkan jembatan, dan menerbangkan atap bangunan dengan mudah.[3] Tiga hal yang paling berbahaya dari badai adalah sambaran petir, banjir bandang, dan angin kencang.[4] Terdapat berbagai macam badai, seperti badai hujan, badai guntur, dan badai salju.[5] Badai paling merusak adalah badai topan (hurricane), yang dikenal sebagai angin siklon (cyclone) di Samudera Hindia atau topan (typhoon) di Samudera Pasifik.[1]

Penyebab Terjadinya Badai

Penyebab badai adalah tingginya suhu permukaan laut.[6] Perubahan di dalam energi atmosfer mengakibatkan petir dan badai.[7] Badai tropis ini berpusar dan bergerak dengan cepat mengelilingi suatu pusat, yang sumbernya berada di daerah tropis.[6] Pada saat terjadi angin ribut ini, tekanan udara sangat rendah disertai angin kencang dengan kecepatan bisa mencapai 250 km/jam.[6] Hal ini bisa terjadi di Indonesia maupun negara-negara lain.[6] Di dunia, ada tiga tempat pusat badai, yaitu di Samudera Atlantik, Samudera Hindia, dan Samudera Pasifik.[6]

gempa bumi

Gempa Bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa Bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak Bumi (lempeng Bumi). Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa Bumi yang di alami selama periode waktu. Gempa Bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer. moment magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa Bumi terjadi untuk seluruh dunia.skala rickter adalah skala yang di laporkan oleh observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitude. kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. gempa 3 magnitude atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besar nya 7 lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada kedalaman gempa. Gempa Bumi terbesar bersejarah besarnya telah lebih dari 9, meskipun tidak ada batasan besarnya. Gempa Bumi besar terakhir besarnya 9,0 atau lebih besar adalah 9,0 magnitudo gempa di Jepang pada tahun 2011 (per Maret 2011), dan itu adalah gempa Jepang terbesar sejak pencatatan dimulai .

DEMOKRASI

DEMOKRASI INDONESIA
Istilah demokrasi diperkenalkan kali pertama oleh Aristoteles sebagai suatu bentuk pemerintahan, yaitu suatu pemerintahan yang menggariskan bahwa kekuasaan berada di tangan banyak orang (rakyat). Dalam perkembangannya, demokrasi menjadi suatu tatanan yang diterima dan dipakai oleh hampir seluruh negara di dunia.
Ciri-ciri suatu pemerintahan demokrasi adalah sebagai berikut:
  1. Adanya keterlibatan warga negara (rakyat) dalam pengambilan keputusan politik, baik langsung maupun tidak langsung (perwakilan).
  2. Adanya persamaan hak bagi seluruh warga negara dalam segala bidang.
  3. Adanya kebebasan dan kemerdekaan bagi seluruh warga negara.
  4. Adanya pemilihan umum untuk memilih wakil rakyat yang duduk di lembaga perwakilan rakyat.
Demokrasi di indonesia:

Demokrasi adalah suatu pemikiran manusia yang mempunyai kebebasan  berbicara, megeluarkan pendapat. Negara Indonesia menunjukan sebuah Negara yang sukses menuju demokrasi sebagai bukti yang nyata, dalam peemilihan langsung presiden dan wakil presiden. Selain itu bebas menyelenggarakan kebebasan pers. Semua warga negar bebas berbicara, mengeluarkan pendapat, mengkritik bahkan mengawasi jalannya pemerintahan. Demokrasi memberikan kebebasan untuk mengeluarkan pendapat bahkan dalam memilih salah satu keyakinan pun dibebaskan.
Untuk membangun suatu system demokrasi disuatu Negara bukanlah hal yang mudah karena tidak menutup kemungkinan pembangunan system demokrasi di suatu Negara akan mengalami kegagalan. Tetapi yang harus kita banggakan dmokrasi dinegara Indonesia sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat contahnya dari segi kebebasan, berkeyakinan, berpendapat atau pun berkumpul mereka bebas bergaul tanpa ada batasan-batasan yang membatasi mereka. Tapi bukan berarti demokrasi di Indonesia saat ini sudah berjalan sempurna masih banyak kritik-kritik yang muncul terhadap pemerintah yang belum sepenuhnya bisa menjamin kebebasan warga negaranya. Dalam hal berkeyakian juga pemerintah belum sepenuhnya. Berdasarkan survei tingkat kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi smakin besar bahkan demokrasi adalah system yang terbaik meskipun system demokrasi itu tidak sempurna.
Dengan begitu banyaknya persoalan yang telah melanda bangsa Indonesia ini. Keberhasilan Indonesia dalam menetapkan demokrasi tentu harus dibanggaan karena banyak Negara yang sama dengan Negara Indonesia tetapi Negara tersebut tidak bisa menegakan system demokrasi dengan baik dalam artian gagal. Akibat demokrasi jika dilihat diberbagai persoalan dilapangan adalah meningkatnya angka pengangguran, bertambahnya kemacetan dijalan, semakin parahnya banjir masalah korupsi, penyelewengan dan itu adalah contoh penomena dalam suatu Negara system demokrasi, demokrasi adalah system yang buruk diantara alternatif-alternatif yang lebih buruk tetapi demokrasi memberikan harapan untuk kebebasan, keadilan dan kesejahtraan oleh karena itu banyak Negara-negara yang berlomba-lomba menerapkan system demokrasi ini.
Dalam kehidupan berpolitik di setiap Negara yang kerap selalu menikmati kebebasan berpolitik namun tidak semua kebebasan berpolitik berjalan sesuai dengan yang di inginkan, karena pada hakikatnta semua system politik mempunyai kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Demokrasi adalah sebuah proses yang terus-menerus merupakan gagasan dinamis yang terkait erat dengan perubahan. Jika suatu Negara mampu menerapkan kebebasan, keadilan, dan kesejahtraan dengan sempurna. Maka Negara tersebut adalah Negara yang sukses menjalankan system demokrasi sebaliknya jika suatu Negara itu gagal menggunakan system pemerintahan demokrasi maka Negara itu tidak layak disebut sebagai Negara demokrasi. Oleh karena itu kita sebagai warga Negara Indonesia yang meganut system pemerintahan yang demokrasi kita sudah sepatutnya untuk terus menjaga dan memperbaiki, melengkapi kualitas-kualitas demokrasi yang sudah ada. Demi terbentuknya suatu system demokrasi yang utuh di dalam wadah pemeritahan bangsa Indonesia. Demi tercapaiya suatu kesejahtraan, tujuan dari cita-cita demokrasi yang sesungguhnya akan mengangkat Indonesia ke dalam suatu perubahan.

Selasa, 13 Maret 2012

salah satu keragaman

Satu Dalam Keragaman

Sebagai salah satu anggota kelompok dari sebuah komunitas masyarakat yang beragam, baik dari segi budaya, bahasa, suku, dan agama yang ada di negeri ku tercinta Indonesia, aku merasa sangat beruntung sekali. Mengapa begitu? Karena dalam keberagaman ini ada begitu banyak nilai dan norma kehidupan yang bisa aku ambil dan ku pelajari. Semua nilai yang bisa ku pelajari dalam lingkungan masyarakat yang beragam ini membuat ku merasa bahwa sebenarnya tak selamanya perbedaan itu menjadi jembatan pemisah antara kita dan orang-orang disekitar kita yang kebetulan berbeda, apakah berbeda agama, suku, warna kulit, dan lain sebagainya.

Sebenarnya kalau saja kita mau lebih memahami dan terbuka, perbedaan-perbedaan inilah yang telah membuat kita semua bersatu karena kalau tidak, negara kita tidak akan memilih slogan nasional Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda namun tetap satu (Diversity in Unity). Dengan berbeda, bukan berarti kita harus terpisah. Perbedaan yang sama-sama kita miliki ini adalah bahan dasar untuk membuat sebuah rantai jalinan yang kuat yang dapat mengikat kita semua dalam satu bandulan besar sebuah negara. Mengambil perumpamaan sebuah negara mungkin akan terlalu kompleks. Maka aku akan mengambil contoh satu dalam keragaman ini dalam sebuah keluarga saja. Karena semua kita ini adalah bagian atau anggota dari sebuah kelauraga, bukan?

Dalam keluarga ku, selain ibu dan ayah, aku hanya memiliki seorang adik lelaki yang saat ini sudah tak bersekolah lagi karena dia memilih untuk bekerja saja, dan sekarang dia sedang bekerja di sebuah perusahaan swasta di kota kelahiran kami, Medan. Ayah ku seorang karyawan atau buruh di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang industri ban kendaraan seperti mobil, truk, motor, dan sepeda. Tempat kerjanya tak jauh dari rumah tinggal kami, hanya perlu waktu 15 menit dari rumah dengan mengendarai angkutan umum. Ibu ku hanya seorang ibu rumahtangga biasa saja. Namun akrif dalam kegiatan PKK di Desa kami, dan saat ini sedang dipercaya menjadi ketua Tim Penggerak PPK untuk tingkat desa. Karena kegiatn ini, terkadang ibu ku jarang ada dirumah kalau sedang banyak kegiatan di desa kami. Saat aku dan adik ku masih duduk di bangku sekolah dasar, ibuku malah sering ikut dalam penataran PKK yang diadakan oleh PKK Desa atau Kecamatan di tempat kami tinggal. Kami sering dititipkan ke Ibunya ibu ku atau nenek kami. Itulah gambaran singkat tentang keluarga ku. Jadi, dalam satu keluarga kecil ku ada empat anggota keluarga.

Di antara kami berempat, tidak ada satupun diantara kami yang sama. Baik dari segi karakter atau warna kulit. Sama dalam arti persisi 100%. Adik ke berkulit putih seperti ibu, tapi tak seputih ibu. Sedangkan aku berkulit hitam, lebih hitam dari ayah. Aku dan adik ku adalah perpaduan ibu dan ayah. Sifat ku lebih banyak seperti ayah, sedikti keras kepala. Sedangkan adik ku tidak memiliki sifat siapapun. Dia punya sifatnya sendiri yang tak mirip ke ibu atau ayah. Kalau kami sedang berkumpul dan bicara bersama, hal ini sering kami lakukan saat malam libur sekolah seperti malam minggu, akulah yang selalu menjadi bahan pembicaraan kami. Bahkan akulah yang sering menjadi bahan 'ledekan' sekali-kali, karena kulit ku yang hitam. Adik ku suka bilang aku bukan anak atah dan ibu karena ibu putih dan ayah tak sehitam aku.

Waktu masih kanak-kanak, saat adik ku bercanda seperti ini, aku sering merasa sedih dan suka bertanya pada ibu apakah benar aku bukan anak ayah dan ibu. Apalagi pernah suatu kali dalam sebuah acara pesta perkawinan saudara dari ibu, aku di suruh keluar ruangan acara sama yang punya hajat karena mengira aku bukan anggota keluarga. Waktu itu pengantinnya mau akad nikah, jadi yang tak berkepentingan diminta keluar. Karena ibu anggota keluarga maka kami masuk ke dalam rumah, tidak duduk diluar. Dan karena aku berkulit hitam sehingga tak seperti ibu, aku disuruh keluar karena takut mengganggu. Aku sempat nangis karena takut. Waktu ibu bilang ke yang punya hajat kalau aku anak ibu, yang punya hajat heran, "Anak mu kok ireng?". Aku tanya ibu ireng itu apa, ibu jawab ireng itu manis. Ah, ibu memang baik, tak ingin membuat ku lebih sedih. Setelah satu minggu kemudian aku baru tahu kalau ireng itu bahasa jawab untuk kata hitam . Aku sedikti protes ke ibu kenapa waktu itu bohong ke aku, trus dia bilang: "Hitam-hitam kan, hitam manis, iya kan?" Sambil mencium keningku. Ahh....ibu aku jadi sedih ni. (Mana lagi kangen ni ama ibu). Dan ibu suka marah kalau aku tanya apa benar aku bukan anak ayah dan ibu setelah diledek adikku, dan dia selalu menjawab: "Jangan perdulikan ucapan adik mu, dia hanya menggoda saja."

Ya itulah keluarga ku. Kami semua berbeda, dan aku yakin hal ini juga terjadi di keluarga-keluarga lain. Tapi mungkin berbeda kasus dan permasalahannya saja. Namun bukan tidak mungkin ada juga salah seorang anak dalam anggota keluarga tersebuat nyang bernasib seperti aku. Dulu aku suka merasa dikucilkan dan rendah diri karena warna kulit ku ini. Yah, namanya juga kanak-kanak, suka punya rasa sensitif yang berlebihan. Setelah beranjak lebih dewasa dari segi umur, aku mulai belajar dan mengerti bahwa warna kulit bukan alasan buatku untuk menjadi kecil hati dan rendah diri. Rendah diri boleh, tapi bukan berarti nggak percaya dirikan? Aku mulai belajar untuk mencari sesuatu yang bisa aku banggakan ke orang tuaku dan orang-orang disekitar ku, sehingga mereka tak lagi melihat kekurangan ku dari warna kulit, tapi meilihat kelebihan ku yang lain. Akhirnya, semua masa-masa itupun terlewati.

Namun, apapun perbedaan yang ada dalam lekuarga ku, kami tetap satu dalam ikatan darah. Setiap perbedaan yang kami miliki adalah komponen penguat keluarga kami. Perbedaan kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri kami masing-masing telah membuat kami saling menutupi ruang-ruang atau sela-sela kosong yang mungkin ada di antara bandul keluarga ku. Sifat ayah yang terkadang suka 'keras', terimbangi dengan sikap ibu yang lebih lembut dan lunak. Ledekan dari adik ku terhadapa warna kulit ku membuat ku menjadi lebih berusaha untuk mencari kelebihan ku yang lain yang bisa menutupi hal itu. Begitulah semuanya terjalin menjadi satu dalam ikatan kuat yang disebut keluarga. Kini saat kami telah sama-sama dewasa dari segi usia, tak ada lagi perbedaab-perbedaan seperti itu yang kami rasakan, walaupun pada hakekatnya perbedaan itu tetap akan ada selamanya. Namun, semua itu telah bersatu dalam satu keseragaman yang membangun keluargaku. Begitulah keluarga yang aku punya, kami bersatu dalam keragaman, dan aku yakin semua kita berada dalam keadaan yang sama.

Jadi, tak selamanya keragaman itu menjadi pemisah antar kita dengan yang lainnya. Malah sebaliknya, keragaman itu selayaknya bisa membuat kita bersatu untuk saling melengkapi dalam keragaman yang ada.

Ini hanya sebuah cerita dari seorang anak manusia yang sedang belajar dari hidup yang sedang dia jalani. Siapapun kita, pasti akan memiliki pandangan yang berbeda dalam menyingkapai sebuah masalah, meskipun masalahnya mungkin sama. Namun, alangkah indahnya kalau keragaman cara pandang ini membuat kita semua bersatu dalam niatan untuk mengatasi masalah tersebut.

apakah sesakit ini yang nama'a cinta ?

Ini adalah kisah cintaku bagian yg ke3…sampai saat ini pun blm ada satu ending yg buat aq bahagia yg ada aq mkin terperosok dgn sbuah harapan yg sia2
Aq pikir dengan berjalannya waktu aq bs melupakannya tp susah bgt..
Smkin aq niat n berusaha dia akan smkin datang kepikiranku
Aq da lma ga ketemu dengannya dan kami hanya komunikasi lwt sms atau ym
Dan suatu hari aq iseng mengetik nmanya di fb dan aq mndapatkan satu knyataan pahit yg dimna tak pernah aq sangka2
Klo dia telah pny pcr n aq disini dgn bodohnya masih berharap dgn nya pdahal itu adalah sia2
Dan disaat itu aq mnanyakan dia apakah itu pcrnya n aq mengucapkan slamat tp dy mnjawab bkn
Aq ga tau mna yg bnr tp aq lbh menyakini kata hati aq yaitu dy sdh da yg punya
Aq benci sama dia knp c dia tega memperlakukan aq bgt cranya pdahal aq sgt mencintainya dan berharap pdanya
Apakah dia ga tau n mengerti dgn smua ini…
Aq ga tau apakah aq harus bahagia disaat aq tau klo dia tlah ada yg lain n dgn mdh melupakan aq atau aq harus membencinya dgn smua apa yg dy lakukan
Jujur kebhagiannya skrg bkn kebahagian utkku aq benci jika dy bahagia
Mungkin aq dosa tp itulah yg aq rasakan kebencian yg disebabkan krn rasa cintaku yg besar kpdanya.
Skarang apa yg harus aq lakukan dengan smua knyataan ini???
Knyataan dimna aq tidak pernah dianggap ada walaupun sekejap dimimpinya
Dan bagaimna caranya menghilangkan smua harapan dihatiku???
Aq mohon tmn2 yg bca ini tidak bosan2 mendengarkan curhatan ku dan kisahku yg tak berawal tak tak berujung ini
Dan satu lg tolong berikan aq jalan kluar atas smua ini

Senin, 19 Desember 2011

dongeng

Bawang Merah Bawang Putih

aman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang putih. Mereka adalah keluarga yang bahagia. Meski ayah bawang putih hanya pedagang biasa, namun mereka hidup rukun dan damai. Namun suatu hari ibu bawang putih sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Bawang putih sangat berduka demikian pula ayahnya.
Di desa itu tinggal pula seorang janda yang memiliki anak bernama Bawang Merah. Semenjak ibu Bawang putih meninggal, ibu Bawang merah sering berkunjung ke rumah Bawang putih. Dia sering membawakan makanan, membantu bawang putih membereskan rumah atau hanya menemani Bawang Putih dan ayahnya mengobrol. Akhirnya ayah Bawang putih berpikir bahwa mungkin lebih baik kalau ia menikahi saja ibu Bawang merah supaya Bawang putih tidak kesepian lagi. Maka ayah Bawang putih kemudian menikah dengan ibu Bawang merah. Mulanya ibu Bawang merah dan bawang merah sangat baik kepada Bawang putih. Namun lama kelamaan sifat asli mereka mulai kelihatan. Mereka kerap memarahi bawang putih dan memberinya pekerjaan berat jika ayah Bawang Putih sedang pergi berdagang. Bawang putih harus mengerjakan semua pekerjaan rumah, sementara Bawang merah dan ibunya hanya duduk-duduk saja. Tentu saja ayah Bawang putih tidak mengetahuinya, karena Bawang putih tidak pernah menceritakannya.
Suatu hari ayah Bawang putih jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia. Sejak saat itu Bawang merah dan ibunya semakin berkuasa dan semena-mena terhadap Bawang putih. Bawang putih hampir tidak pernah beristirahat. Dia sudah harus bangun sebelum subuh, untuk mempersiapkan air mandi dan sarapan bagi Bawang merah dan ibunya. Kemudian dia harus memberi makan ternak, menyirami kebun dan mencuci baju ke sungai. Lalu dia masih harus menyetrika, membereskan rumah, dan masih banyak pekerjaan lainnya. Namun Bawang putih selalu melakukan pekerjaannya dengan gembira, karena dia berharap suatu saat ibu tirinya akan mencintainya seperti anak kandungnya sendiri.
Pagi ini seperti biasa Bawang putih membawa bakul berisi pakaian yang akan dicucinya di sungai. Dengan bernyanyi kecil dia menyusuri jalan setapak di pinggir hutan kecil yang biasa dilaluinya. Hari itu cuaca sangat cerah. Bawang putih segera mencuci semua pakaian kotor yang dibawanya. Saking terlalu asyiknya, Bawang putih tidak menyadari bahwa salah satu baju telah hanyut terbawa arus. Celakanya baju yang hanyut adalah baju kesayangan ibu tirinya. Ketika menyadari hal itu, baju ibu tirinya telah hanyut terlalu jauh. Bawang putih mencoba menyusuri sungai untuk mencarinya, namun tidak berhasil menemukannya. Dengan putus asa dia kembali ke rumah dan menceritakannya kepada ibunya.
“Dasar ceroboh!” bentak ibu tirinya. “Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mencari baju itu! Dan jangan berani pulang ke rumah kalau kau belum menemukannya. Mengerti?”
Bawang putih terpaksa menuruti keinginan ibun tirinya. Dia segera menyusuri sungai tempatnya mencuci tadi. Matahari sudah mulai meninggi, namun Bawang putih belum juga menemukan baju ibunya. Dia memasang matanya, dengan teliti diperiksanya setiap juluran akar yang menjorok ke sungai, siapa tahu baju ibunya tersangkut disana. Setelah jauh melangkah dan matahari sudah condong ke barat, Bawang putih melihat seorang penggembala yang sedang memandikan kerbaunya. Maka Bawang putih bertanya: “Wahai paman yang baik, apakah paman melihat baju merah yang hanyut lewat sini? Karena saya harus menemukan dan membawanya pulang.”
“Ya tadi saya lihat nak. Kalau kamu mengejarnya cepat-cepat, mungkin kau bisa mengejarnya,” kata paman itu.
“Baiklah paman, terima kasih!” kata Bawang putih dan segera berlari kembali menyusuri tepi sungai.
Hari sudah mulai gelap, Bawang putih sudah mulai putus asa. Sebentar lagi malam akan tiba, dan Bawang putih. Dari kejauhan tampak cahaya lampu yang berasal dari sebuah gubuk di tepi sungai. Bawang putih segera menghampiri rumah itu dan mengetuknya.
“Permisi…!” kata Bawang putih. Seorang perempuan tua membuka pintu.
“Siapa kamu nak?” tanya nenek itu.
“Saya Bawang putih nek. Tadi saya sedang mencari baju ibu saya yang hanyut. Dan sekarang kemalaman. Bolehkah saya tinggal di sini malam ini?” tanya Bawang putih.
“Boleh nak. Apakah baju yang kau cari berwarna merah?” tanya nenek.
“Ya nek. Apa…nenek menemukannya?” tanya Bawang putih.
“Ya. Tadi baju itu tersangkut di depan rumahku. Sayang, padahal aku menyukai baju itu,” kata nenek. “Baiklah aku akan mengembalikannya, tapi kau harus menemaniku dulu disini selama seminggu. Sudah lama aku tidak mengobrol dengan siapapun, bagaimana?” pinta nenek.
Bawang putih berpikir sejenak. Nenek itu kelihatan kesepian. Bawang putih pun merasa iba.
“Baiklah nek, saya akan menemani nenek selama seminggu, asal nenek tidak bosan saja denganku,” kata Bawang putih dengan tersenyum.

Selama seminggu Bawang putih tinggal dengan nenek tersebut. Setiap hari Bawang putih membantu mengerjakan pekerjaan rumah nenek. Tentu saja nenek itu merasa senang. Hingga akhirnya genap sudah seminggu, nenek pun memanggil bawang putih.
“Nak, sudah seminggu kau tinggal di sini. Dan aku senang karena kau anak yang rajin dan berbakti. Untuk itu sesuai janjiku kau boleh membawa baju ibumu pulang. Dan satu lagi, kau boleh memilih satu dari dua labu kuning ini sebagai hadiah!” kata nenek.
Mulanya Bawang putih menolak diberi hadiah tapi nenek tetap memaksanya. Akhirnya Bawang putih memilih labu yang paling kecil. “Saya takut tidak kuat membawa yang besar,” katanya. Nenek pun tersenyum dan mengantarkan Bawang putih hingga depan rumah.
Sesampainya di rumah, Bawang putih menyerahkan baju merah milik ibu tirinya sementara dia pergi ke dapur untuk membelah labu kuningnya. Alangkah terkejutnya bawang putih ketika labu itu terbelah, didalamnya ternyata berisi emas permata yang sangat banyak. Dia berteriak saking gembiranya dan memberitahukan hal ajaib ini ke ibu tirinya dan bawang merah yang dengan serakah langsun merebut emas dan permata tersebut. Mereka memaksa bawang putih untuk menceritakan bagaimana dia bisa mendapatkan hadiah tersebut. Bawang putih pun menceritakan dengan sejujurnya.
Mendengar cerita bawang putih, bawang merah dan ibunya berencana untuk melakukan hal yang sama tapi kali ini bawang merah yang akan melakukannya. Singkat kata akhirnya bawang merah sampai di rumah nenek tua di pinggir sungai tersebut. Seperti bawang putih, bawang merah pun diminta untuk menemaninya selama seminggu. Tidak seperti bawang putih yang rajin, selama seminggu itu bawang merah hanya bermalas-malasan. Kalaupun ada yang dikerjakan maka hasilnya tidak pernah bagus karena selalu dikerjakan dengan asal-asalan. Akhirnya setelah seminggu nenek itu membolehkan bawang merah untuk pergi. “Bukankah seharusnya nenek memberiku labu sebagai hadiah karena menemanimu selama seminggu?” tanya bawang merah. Nenek itu terpaksa menyuruh bawang merah memilih salah satu dari dua labu yang ditawarkan. Dengan cepat bawang merah mengambil labu yang besar dan tanpa mengucapkan terima kasih dia melenggang pergi.
Sesampainya di rumah bawang merah segera menemui ibunya dan dengan gembira memperlihatkan labu yang dibawanya. Karena takut bawang putih akan meminta bagian, mereka menyuruh bawang putih untuk pergi ke sungai. Lalu dengan tidak sabar mereka membelah labu tersebut. Tapi ternyata bukan emas permata yang keluar dari labu tersebut, melainkan binatang-binatang berbisa seperti ular, kalajengking, dan lain-lain. Binatang-binatang itu langsung menyerang bawang merah dan ibunya hingga tewas. Itulah balasan bagi orang yang serakah.
(SELESAI)